Halaman

Senin, 09 September 2013

Fairish

Novel ini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari seorang cewek bernama Fairish atau yang biasa yang dipanggil Irish. Irish adalah gadis yang agak tomboi, cuek, dan tak terlalu memperhatikan penampilan seperti Meta, Pipit, Daniar, Wulan, dan teman-teman lain seusianya.

Awal permasalahan yang menjadi inti cerita pada novel ini mulai tampak pada saat SMU Palagan, sekolah Irish kedatangan seorang siswa baru pindahan dari sebuah kota kecil di pinggiran Jakarta, bernama Davidio Daniel Dharmawan atau yang biasa dipanggil Davi. Seketika itu pula, Davi yang merupakan cowok yang sempurna mulai menarik simpati cewek-cewek yang ada di kelas itu. Tetapi ia tetap menanggapi itu semua dengan dingin. Ternyata tak semua cewek di kelas itu menaruh simpati padanya. Irish-lah satu-satunya cewek yang tak terlalu berminat untuk ikut-ikutan seperti teman-temannya yang lain. Mungkin hal itu memang karena sifat Irish-lah yang cuek.

Lain Irish, lain pula Davi. Justru dengan sikap Irish yang seperti itu membuat Davi suka padanya. Awalnya, ia hanya ingin duduk bersebalahan saja dengan Irish agar ia tak terlalu merasa terganggu mengingat sikap Irish yang tak terlalu perduli akan kehadirannya di kelas itu. Tapi, Davi mulai merasa ada kecocokan dengannya, sampai-sampai ia mulai menceritakan latar belakang kepindahannya dari sekolah yang sebelumnya.

Keputusan untuk pindah Davi lakukan untuk menghilangkan kenangan masa lalunya yang pahit dan terus menyiksanya. Di sekolah sebelumnya, Davi pernah mempunyai pacar yang bernama Meilani. Tapi, hubungan mereka tak berlangsung lama. Meilani meninggal saat sepeda motor yang dikendarai Davi untuk memboncengnya mengalami kecelakaan. Keluarga Meilani tak bisa terima akan kejadian tersebut. Dari sinilah Davi mulai berjanji tidak mau berurusan lagi dengan yang namanya cewek. Davi memang terkenal kasar pada cewek.

Untuk menghindari masalah tersebut, Davi pun meminta pada Irish untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Sebenarnya Irish ingin menolak permintaan Davi tersebut. Walaupun Irish adalah cewek yang cuek, ia tetap menyadari bahwa Davi adalah sosok yang bisa memikat hatinya, dan karena rasa iba padanya, irish pun menerima permintaan Davi. Berdekatan dengan cowok cakep tidak seterusnya terasa indah, seperti itulah yang dirasakan Irish.

Setelah ia mulai memainkan perannya sebagai pacar pura-pura Davi, Irish mulai dimusuhi oleh cewek-cewek lain yang menaruh simpati pada Davi. Selain itu, Irish juga harus menahan perasaan sukanya pada Davi yang mulai tumbuh karena seringnya mereka bersama.

Perasaan itu mulai bisa ditekan ketika di sekolah Irish kedatangan seorang siswa baru lagi yang bernama Alfa. Alfa yang terkenal norak dan periang itu selalu menganggu hubungan Davi dengan Irish untuk menarik simpatik Irish padanya. Alfa pun berhasil, karena memang hubungan Irish dengan Davi hanyalah pura-pura. Davi tak bisa menolak keinginan Irish untuk selalu bersama Alfa, walaupun Davi sendiri mulai ada rasa suka pada Irish.

Menarik simpati Irish bukanlah tujuan Alfa yang sebenarnya. Alfa adalah sepupu Meilani yang tak bisa menerima perbuatan Davi yang mengakibatkan kepergian Meilani. Mendekati Irish hanyalah sebagai suatu siasat untuk memulai urusannya dengan Davi, meskipun pada akhirnya Alfa juga mengakui bahwa ia mulai suka pada Irish sejak ia sering bersama.

Davi memang bersalah, tapi tak sepantasnya ia dipermainkan seperi itu, apalagi jika ada sangkut-pautnya dengan perasaan. Davi mulai mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan semua rasa yang ada di hatinya pada Irish. Pada akhirnya Davi menyatakan perasaan cintanya itu pada Irish di puncak pegunungan tempat kenangan Davi dengan Meilani. Dan Irish-pun mengiyakannya karena memang sebenarnya dia mencintai Davi apa adanya.

Senin, 15 April 2013

DANUR (bukan novel misteri)


Persahabatan Antar Dimensi


Judul Buku: Danur
Pengarang: Risa Saraswati
Penerbit: bukunè
Tahun Terbit: 2011
Tebal: 216 halaman, 13x19 cm

Sejak kecil, Risa sudah sering bertingkah aneh. Sering berbicara sendiri atau berbicara dengan sebuah tembok seperti sedang berbicara pada manusia. Dalam novel ini, Risa menceritakan beberapa pengalamannya dengan berbagai makhluk kasat mata yang biasa disebut hantu. Berbeda dengan novel-novel horror lainnya yang lebih mengutamakan hal-hal yang  menyeramkan, Danur lebih memperlihatkan hikmah atau pelajaran yang dapat kita ambil di balik cerita menyeramkan tersebut.

Sekilas Risa terlihat seperti anak perempuan pada umunya. Namun, Risa memiliki kemampuan yang tidak biasa, yaitu bisa melihat dan berkomunikasi dengan hantu. Lima hantu kecil Belanda, yaitu Peter, Hans, Hendrick, William dan Janshen adalah sahabat Risa. Suatu hari, kelima sahabat Risa meminta Risa untuk bersama mereka selamanya dengan cara bunuh diri. Risa telah beberapa kali mencoba untuk bunuh diri, tapi gagal. Setelah percobaan bunuh diri Risa, kelima sahabatnya menghilang begitu saja.

Seiring dengan berjalannya waktu, Risa telah tumbuh dewasa. Dalam proses menuju kedewasaannya ini, Risa bertemu dengan berbagai macam hantu yang meminta tolong padanya. Juga tak sedikit hantu-hantu menyeramkan yang mengganggunya. Risa sempat menyesal memiliki kemampuan untuk melihat hantu-hantu yang menyeramkan. Pertemuannya dengan hantu seorang gadis yang meninggal dalam kebakaran membuat Risa sadar kalau dirinya bisa membantu hantu-hantu tersebut meskipun hanya dengan mendengarkan cerita mereka. Lalu, Risa menganggap kalau kemampuannya ini adalah sebuah anugerah.

Kecintaannya pada musik membawa Risa pada sebuah studio rekaman untuk merekam lagu-lagu ciptannya. Lagu yang diciptakannya terinspirasi dari pengalaman hidupnya. Sudah belasan tahun berlalu, namun Risa masih merindukan kelima sahabat kecilnya. Lima hantu Belanda yang sampai sekarang masih tidak muncul di hadapannya. Saat Risa merekam lagunya yang berjudul The Story of Peter, tanpa diduga kelima sahabatnya kembali muncul di hadapannya. Risa melepas rindu dengan kelima sahabatnya.

Danur berisi cerita-cerita pendek pengalaman Risa dengan hantu-hantu yang pernah dtemuinya. beberapa bab berisi pengalaman Risa melihat hantu, beberapa berbentuk sebuah surat yang ditulis oleh tokoh hantunya kepada orang lain, beberapa ditulis dari sudut pandang Risa tentang hantu-hantu itu, dan sebagian besar ditulis dari sudut pandang hantu-hantu itu sendiri. Risa seolah merasakan sendiri perasaan dan masalah yang dialami oleh hantu-hantu tersebut. Risa mendeskripsikan emosi yang terkandung dalam cerita dengan sangat baik sehingga membuat pembaca ikut larut dalam cerita. Dibalik tokoh-tokohnya yang menyeramkan, cerita-cerita tersebut memberikan pelajaran dalam berbagai hal. Diantaranya adalah tentang persahabatan, cinta, kasih sayang, bahkan penyesalan. Cerita-cerita ini membuat kita lebih menghargai hidup. Gaya baha yang digunakan pun cukup mudah dimengerti. Cover yang digunakan pun menarik, yaitu dua cover dengan cover pertamanya sengaja dilubangi. Namun jenis cover seperti ini rentan robek.

Novel ini cocok dibaca oleh remaja. Tidak hanya menarik, novel ini juga memberikan pengalaman berharga.